Seonggok
pohon jambu yang selalu setia berdiri kokoh di di depan rumah seakan
menyambutku dengan daunnya yang melambai dan menyuruhku untuk selalu
bersemangat melanjutkan hidup apapun rintangannya. Dia ingin mengajarkan padaku
sebuah arti hidup yang sesungguhnya. Hal itu membuatku berfikir seketika, di
saat kau berkata bahwa aku, seorang yang sebenarnya bisa berbuat lebih bagi
semuanya, namun begitu rapuh dan mudah roboh oleh semua cobaan yang ada.
Perasaan maluku terhadap sebatang pohon jambu di samping rumahku. Dia yang
sekilas terlihat rapuh dan jelek, begitu kuat dan tangguh, bahkan engkau masih
tetap tumbuh dan berbuah walaupun banyak orang
menyakitimu, melemparimu dengan
batu hanya untuk mengambil buahmu yang membuatmu mungkin merasa begitu sakit
saat ini, seperti halnya aku. Aku juga merasakan hal yang sama pohon, aku
merasakan sakit, sakit sekali. Banyak hal yang membuatku seperti sekarang ini,
tapi mengapa? Mengapa aku tak bisa sepertimu? Kau tetap berdiri tegak, tak
goyah sedikitpun, sekeras apapun angin yang menerpamu. Batangmu menjulan ke
langit menantang sang mentari, seakan tak terbersit rasa takut sedikitpun
olehmu yang bahkan bisa membakarmu kapanpun dia mau. Ajari aku sepertimu. Kau
berikan kesejukan bagi orang – orang di sekelilingmu dengan daunmu yang hijau.
Kau tetap berikan kehidupan bagi makhluk lain yang bahkan akan menghambat
pertumbuhanmu kelak. Lihatlah benalu yang ada di sana. Mengapa kau tak
menyingkirkannya? Mengapa kau korbankan dirimu untuknya? Apakah memang semua
itu butuh pengorbanan? Tapi, apa balasannya untukmu? Munkinkah tujuan dalam
hidup itu bukan semata – mata masalah keuntungan? Lalu apa? Untuk apakah hidup
ini? Aku terus berpikir keras sampai akhirnya aku melihat seekor kupu – kupu
cantik hinggap di dahanmu dengan tersenyum. Kepakan sayapnya begitu bergairah
seakan memberikan pertanda bahwa dia bahagia bisa hidup berdampingan denganmu
pohon. Oh, aku tahu, mingkin ini yang akan kau ajarkan padaku. Bahwa kehidupan
tidak semata – mata hanya masalah keuntungan dan kesenangan saja, tapi
bagaimana cara kita agar bisa memberikan kehidupan dan manfaat bagi orang –
orang di sekitar kita.Sejuknya hembusan angin menyapaku disini dan menyampaikan salam dari sang pohon kepadaku. Mereka berkata bahwa bahagia dengan apa yang diperolehnya sekarang dan mengingatkanku untuk selalu bersyukur dengan segala anugrah dalam hidup.
Bye
AP_YE OCHE KIPOBUTU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar