Rabu, 09 Mei 2012

HIDUP ITU INDAH


Pertama kalinya aku hadir di dunia ini…
Aku tak mengerti apa-apa..
Tak ada impian dan harapan..
Menitipkan jiwa raga pada dua insan…
Rengekan tangisku menginginkan sesuatu..
Terkadang mereka tak mengerti apa yang kuhendaki..
Dengan hangat mereka menjagaku..
Dengan sejuta impian mereka, kelak aku mampu membanggakan mereka..
Perlahan aku mulai mengerti..
Bahasa mereka, kelakuan mereka,..
Entah saat mereka mendengar aku berkata “mama.. papa” yg mereka ajarkan padaku
Ada kebahagian tersendiri disana..
Dipegangnya tanganku, dan mencoba berdiri..
Dari merangkak, aku mulai terbiasa menggunakan kedua kakiku..
Dan perlahan pula aku mampu berjalan seperti mereka..

Selasa, 24 April 2012

Dunia Tak akan Mampu

Gelisah dadaku disiang ini
kurasakan getaran jiwa terus mengalun
ingin kau hadir di hadapanku saat ini
mendengar semua cerita hidupku yagn bergelombang
Kesasakan ini terus memompa emosiku
ingin kuterbankan balon gas ini.

Kini baru kutahu arti semuanya
arti dari setengah proses yang telah ktia lalui
proses yang tidak akan pernah sia-sia bersamamu
dalam waktu yang lalu.

Ajari Aku Sepertimu…


Seonggok pohon jambu yang selalu setia berdiri kokoh di di depan rumah seakan menyambutku dengan daunnya yang melambai dan menyuruhku untuk selalu bersemangat melanjutkan hidup apapun rintangannya. Dia ingin mengajarkan padaku sebuah arti hidup yang sesungguhnya. Hal itu membuatku berfikir seketika, di saat kau berkata bahwa aku, seorang yang sebenarnya bisa berbuat lebih bagi semuanya, namun begitu rapuh dan mudah roboh oleh semua cobaan yang ada. Perasaan maluku terhadap sebatang pohon jambu di samping rumahku. Dia yang sekilas terlihat rapuh dan jelek, begitu kuat dan tangguh, bahkan engkau masih tetap tumbuh dan berbuah walaupun banyak orang